Suhu setelah diseduh jadi 60°C. Waktu penyeduhan 2.15”. Suhu awalan 80°C. Air aqua direbus di ceret besi. Ya, ada rasa besinya, dikit. 

Lumayannnn….
Srupuuut ~

. at House of Healing – View on Path.

Suhu setelah diseduh jadi 60°C. Waktu penyeduhan 2.15”. Suhu awalan 80°C. Air aqua direbus di ceret besi. Ya, ada rasa besinya, dikit.

Lumayannnn….
Srupuuut ~

. at House of Healing – View on Path.

Setelah dari Museum Sandi, bersama @PiknikMuseum dan piknikasikjogja, mampir bentar ke Pasty, dan makan Lotek di Bu Bagyo. Seperti biasa, lotek tanpa kupat cabe 3.

Jam 3 janjian dengan teman teman @jgjBerkebun untuk melanjutkan rencana berkebun di Dinas Kehutanan. Bertiga saja yang bisa menyempatkan waktunya. Alat seadanya, semai semaunya.

Mencoba dulu dengan cabe dan bayam. Hari pertama kemarin tertanggal 28 September 2014 baru lihat lihat lokasi. Baru hari ini kami mulai membuat bedengan (raised bed).

@PiknikMuseum dan @PiknikAsikJGJ jogress menjadi #PiknikSukaSuka

. with Tonny, Hary Fadly, Hana, Lingkaran, arif, oktaviana, Samsul, Eny, Putri, Liony, dwimon, Nurmeita, and Ardhi – View on Path.

@PiknikMuseum dan @PiknikAsikJGJ jogress menjadi #PiknikSukaSuka

. with Tonny, Hary Fadly, Hana, Lingkaran, arif, oktaviana, Samsul, Eny, Putri, Liony, dwimon, Nurmeita, and Ardhi – View on Path.

Tetep favorit di tengah tanggung jawab yang makin numpuk. Mwahahaha


Nungguin Iridium Flare gak keliatan, kayaknya agak di bawah, ketutupan puhun. Ya udah, kamera langsung diarahkan ke barat.
#SenjaAdalah
. at House of Healing – View on Path.

Tetep favorit di tengah tanggung jawab yang makin numpuk. Mwahahaha


Nungguin Iridium Flare gak keliatan, kayaknya agak di bawah, ketutupan puhun. Ya udah, kamera langsung diarahkan ke barat.
#SenjaAdalah
. at House of Healing – View on Path.

Senja Ditinggal

Alasan saja jika aku tak terkesima sama warna jingga dan kombinasinya. Berapa kali juga aku akan membual pada pertanyaan ya dan tidak. Bukan salahku jika aku menjawab sekenanya. Ah, pada akhirnya kau menatapku dengan ekor mata.

Apa artinya itu? Pada senja yang ditinggalkan.

Pupuk tanaman yang ku coba fermentasikan dengan berbagai macam sampah organik itu belum menunjukkan kebiasaannya. Warnanya masih belum biasa. Biasanya dia menghitam atau malah mencoklat dengan sedikit putih putih mirip jamur. Kutunggau saja seperti biasanya.

Apa artinya itu? Pada senja yang mulai terekam.

Minggu pagi selayaknya menemukan kembali energi Bumi. Demi menyongsong pekerjaan di depan sana. Padahal menumpuk di depanmu. Ah ya itu katamu mengingatkan kalau tumpukannya menggunung setinggi dadamu. Sedikit lagi aku tidak bisa melihat wajahmu.

Apa artinya itu? Pada senja yang diingat - ingat.

Kurang lebih atau jauh dekat. Aku sudah sering mengeja detak jantungku sendiri selama semenit. Itu untuk mengetahui aku waras atau tidak. Tapi itu juga jadi alasan aku menyamakan frekuensinya supaya sama dengan detak jantungmu.

Apa artinya itu? Pada senja yang beda sekian menit.

Temanggung. Medium to dark. Aeropress. Suhu kira2 80°C.
Percobaan pertama. Rasa unindentified. Haha. Tp dominan asem.
Percobaan kedua, tak tutup aeropressnya pake bokong grinder. Ngembangnya cakep. Waktu tuang kedua juga cantik. Rasa, enak, dan belum bisa mendefinisikan. Haha, udah dominan asem.
Yg penting gak di atas 90°C mbloo ~ – View on Path.

Temanggung. Medium to dark. Aeropress. Suhu kira2 80°C.

Percobaan pertama. Rasa unindentified. Haha. Tp dominan asem.

Percobaan kedua, tak tutup aeropressnya pake bokong grinder. Ngembangnya cakep. Waktu tuang kedua juga cantik. Rasa, enak, dan belum bisa mendefinisikan. Haha, udah dominan asem.

Yg penting gak di atas 90°C mbloo ~ – View on Path.

2 bulan. Ya, dua bulan sudah setinggi ini. Belakang rumah kadang banyak nyamuk. Ini jadi salah satu tanaman yang bunganya enggak disukai sama nyamuk. 

Plus aromatheraphy.

. at House of Healing – View on Path.

2 bulan. Ya, dua bulan sudah setinggi ini. Belakang rumah kadang banyak nyamuk. Ini jadi salah satu tanaman yang bunganya enggak disukai sama nyamuk.

Plus aromatheraphy.

. at House of Healing – View on Path.

Pagi ini latian nge-pour. Iya, pouring air pake ceret leher bangau. Susah kalo nyoba sekali dua kali. Kapan nuang, kapan ngangkat.
Aku menyebutnya kopi perjuangan. Dari biji sampai dituang aja butuh waktu 15 menit paling cepat. Grinder manual, dengan kekasaran untuk di-pour over. Sambil ngerebus air. Menuang ke ceret bangau dengan suhu tidak lebih 80° C. Pagi ini baru 2 kali percobaan. Hasilnya lumayan. Lumayan ancur. Hahaa.
Kopi pertama. Giling kopinya kehalusen, belum aku cek waktu giling, nuang airnya masih kagok. Suhu belum stabil di di atas 70° di bawah 80°. Hasilnya, ada rasa pahit. Warna kopi pekat.
Kopi kedua, giling oke, suhu oke, nuangnya yg kagok. Rasa, ini dia yg dicari. Kopi enak pagi hari. – View on Path.

Pagi ini latian nge-pour. Iya, pouring air pake ceret leher bangau. Susah kalo nyoba sekali dua kali. Kapan nuang, kapan ngangkat.

Aku menyebutnya kopi perjuangan. Dari biji sampai dituang aja butuh waktu 15 menit paling cepat. Grinder manual, dengan kekasaran untuk di-pour over. Sambil ngerebus air. Menuang ke ceret bangau dengan suhu tidak lebih 80° C. Pagi ini baru 2 kali percobaan. Hasilnya lumayan. Lumayan ancur. Hahaa.

Kopi pertama. Giling kopinya kehalusen, belum aku cek waktu giling, nuang airnya masih kagok. Suhu belum stabil di di atas 70° di bawah 80°. Hasilnya, ada rasa pahit. Warna kopi pekat.

Kopi kedua, giling oke, suhu oke, nuangnya yg kagok. Rasa, ini dia yg dicari. Kopi enak pagi hari. – View on Path.